Translate

Selasa, 10 Januari 2012

Never (Part 1)




Author : Lee Ah Ra (
Muthia Rahma)
Main Cast : Taeyeon (SNSD), Kim Soo Hyun, Han Hyo Joo, Yesung (Super Junior)
Genre : Romantic


Annnyeong :D
ini fanfict pertamaku, habis penasaran sama adikku yg pinter bikin fanfict :)
ternyata setelah bikin keasikan juga soalnya kita kayak kebawa kedalemnya..
semoga kalian suka yaa ^^
gomawo :D




Rasanya sakit sekali jika seseorang yang sangat kita cintai memutuskan hubungan dengan kita tanpa kita tahu apa alasannya..

[Taeyeon POV]
kulihat namja itu tengah duduk tenang di sebuah bangku di bawah pohon sana, namjachinguku.. dia sangat tampan..
"Taeyeon~aa !! kenapa hanya berdiri disitu saja?!" teriakan Soo Hyun menyadarkanku. dia ternyata sudah menyadari kedatanganku. aku tersenyum dan berlari kecil menghampirinya.
"aku sudah menunggu lama, kemana saja kau ini?" Soo Hyun bertanya setengah kesal padaku. kulihat matanya tidak seramah seperti biasanya. kenapa dia?? berbagai pertanyaan memenuhi pikiranku.
"mian.. tadi jalanan sedikit macet, jadi aku terlambat kesini.. maafkan aku.." aku masih terus mengamati raut wajahnya. siapa tau aku bisa membaca sorot matanya.
namun aku gagal, tidak kutemukan apa-apa di dalam sorot matanya yang indah itu!
"kau tau sudah berapa lama aku disini?" Soo Hyun bertanya lagi padaku, kini matanya tengah menatap mataku, sangat dekat..
aku menggeleng pelan, aku kan sudah minta maaf kenapa dia masih begitu?
"gwaenchan-ayo, lain kali jangan terlambat" katanya akhirnya yang membuatku lega.
aku hanya diam tidak tau harus memulai percakapan darimana.
"kau tau kenapa aku meminta bertemu denganmu?"
"anio..waeyo?" tanyaku sambil menoleh ke arahnya.
"sebenarnya berat untukku mengatakan ini padamu, namun kurasa inilah yang terbaik untuk kita.." kulihat namja di sampingku tengah memandang langit yang tidak begitu cerah di sore ini.
aku masih menunggu kata-katanya.
"Taeyeon~aa, aku minta maaf... jeongmal mianhae.. kurasa hubungan kita sampai disini saja.."
bagai tersambar petir, aku sangat terkejut dengan ucapannya. apa dia bilang barusan?!
hubungan sampai disini saja?!!
"maksudmu??" tanyaku berharap dia hanya bercanda. Soo Hyun menggeser duduknya, kini tangannya menyentuh pundakku. dia mendekatkan wajahnya kepadaku.
"jeongmal mianhae.."
kurasakan mataku panas, namun kutahan agar airmataku tidak sampai jatuh.
"wae?!! apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?!!" tanyaku dengan suara bergetar.
Soo Hyun menggeleng. dia semakin mendekatkan wajahnya dan mengecup keningku. kurasakan buliran hangat mengalir di pipiku membasahi sebagian wajahku. dia menangis..
"mian.." Soo Hyun berdiri dan berlari meninggalkanku.
"Soo Hyun~aa!!!" teriakku kencang membelah langit yang mendung sore itu. hujan turun begitu dia pergi. dia sama sekali tidak menoleh ke arahku!! aku tersungkur di tanah merasakan sakit yang teramat dalam di hatiku, dinginnya air hujan yang mengguyur sampai di tulang rusukku!!
"Soo Hyun~aa.." kurasakan disekitarku berubah menjadi gelap dan aku tidak ingat apa-apa lagi..

[Author POV]
Soo Hyun berlari di tengah hujan yang cukup deras. ia tidak ingin mengengok lagi. sekedar melambai pada Taeyeon ia pun tidak melakukannya. dia tau ini menyakitkan. namun ini keputusannya. kelak Taeyeon akan tau yang sebenarnya..

[Yesung POV]
gadis itu kulihat dia tidak sadarkan diri di taman di samping rumahku. matanya kelihatan seperti habis menangis. karena tidak tega aku pun membawanya kerumahku dan membaringkannya di sofa ruang tamu serta menyeka wajahnya yang basah.
yeoja itu cantik, sangat cantik. sambil menunggunya sadar aku memutuskan untuk membuat secangkir coklat panas untuknya.
"Soo Hyun~aa.. aku tidak mau berpisah denganmu.. jeongmallo.."
kudengar dia mengigau dalam tidurnya. apa yang dikatakannya? Soo Hyun? siapa itu?
apa mungkin dia habis putus dengan pacarnya? makanya dia jadi seperti ini. kasihan.. joesonghabnida..
saat aku kembali ke ruang tamu, kulihat matanya bergerak pelan. mengerjap-ngerjap dan memandang sekelilingnya. begitu dia melihatku dia terkesiap, mungkin terkejut.
"dangsin-eun nuguyo?? apa yang kau lakukan padaku?!!" tanyanya setengah berteriak.
"n..nae.. tadi kau pingsan di taman, diluar hujan.. aku tidak tega membiarkanmu sampai menggigil kedinginan.." aku menjelaskan terbata. mulutku.. aneh sekali, kenapa aku merasa gugup di depannya?!!
"jinjja? kau tidak berbohong?" kini suaranya terdengar melunak.
"anio! aku tidak akan macam-macam denganmu.. tenang saja.." kataku meyakinkannya.

[Author POV]
Taeyeon mengamati sekelilingnya. ia merasakan tubuhnya sedikit hangat, mungkin karena suhu diruangan itu yang sudah dipanaskan.. namja tadi, dia yang menolongnya.. kenapa Taeyeon merasa tidak ragu untuk percaya padanya. matanya tulus, Taeyeon yakin namja itu orang yang baik.

[Soo Hyun POV]
"maafkan aku.. mianhae.. aku  tidak bisa menjagamu selamanya. kuharap kau bisa mengerti dan menerima semuanya.." aku memandang foto seorang yeoja cantik yang tadi baru saja kutinggalkan.
di tengah hujan yang cukup deras apa sampai hati aku berbuat seperti itu kepadanya? dia bisa saja sakit..
Taeyeon. seseorang yang amat sangat berarti di hidupku.. aku mencintainya, justru karena itu aku harus meninggalkannya. aku tidak mau dia lebih terluka nantinya saat tau kondisiku.
anio!! aku merasa sudah menjadi seorang yang jahat. pasti tadi aku sudah menghancurkan perasaannya!
praaang!! 
tanpa sadar aku memukulkan tanganku ke kaca jendela kamarku, kaca itu hancur berkeping-keping.. dan tanganku.. cairan merah mengalir deras.. aku tidak peduli.. kenapa takdirku seperti ini?!!!

[Author POV]
Yesung memandangi yeoja itu yang kini tengah duduk di hadapannya. dia sudah berganti pakaian dengan pakaian milik Yesung, biarlah, daripada ia sakit..
Taeyeon yang merasa diperhatikan tidak tahan untuk tidak bertanya.
"kenapa kau melihatku seperti itu?"
"ah anio.. neo neomu yeppeo.."
"benarkah?" tanya Taeyeon.
"ne! seperti bidadari. aku baru melihat wanita secantik dirimu.." ungkap Yesung jujur. ia merasakan getaran hebat di dadanya,
"gomawo.. siapa namamu?"
"Yesung imnida..kau?"
"Taeyeon.. emm dimana orang tuamu?" tanya Taeyeon.
"mereka?" Yesung bertanya lagi, wajahnya berubah menjadi sendu. kini ia menundukkan kepalanya dalam-dalam dan membuat Taeyeon heran.
"mian.. apa aku salah ucap?" tanya Taeyeon hati-hati, Yesung mengangkat wajahnya dan menggeleng pelan.
"anio..  mereka sudah tidak ada.. emm, maksudku, mereka sudah meninggal.." jawaban Yesung membuat Taeyeon terkejut.
meninggal?!!
sebuah kata yang mengingatkan Taeyeon pada orang tuanya yang juga sudah tidak ada. Taeyeon mencoba tersenyum, didekatinya Yasung dan di tepuknya pundak Yesung pelan.
"gwanenchan-ayo.. kita sama.."
"maksudmu?"
Taeyeon menarik nafas panjang.
"orang tuaku juga sudah tidak ada, mereka.. meninggal.."
"benarkah itu?"
"ne.. lalu disini kau tinggal dengan siapa?"
"aku punya seorang kakak perempuan.. tapi saat ini dia sedang keluar, mungkin nanti malam dia pulang"
Taeyeon menggangguk tanda mengerti.
setidaknya kau masih punya seseorang yang menyayangimu dan melindungimu, tidak sepertiku.. lirih Taeyeon berkata dalam hati.

[Taeyeon POV]
makanan kesukaan Soo Hyun sudah siap kubawa. kimchi yang aku buat kemarin sore. setelah pulang dari rumah Yesung, aku langsung masuk ke dapur. entah kenapa yang ada di pikiranku hanya DIA!
aku tidak bisa begitu saja melupakan saat-saat yang pernah kulalui bersamanya.
aku berjalan perlahan di jalanan yang cukup lenggang ini. rumah Soo Hyun tidak begitu jauh dari rumahku.
sesampainya di depan pintu, aku ragu..
apakah dia akan mengusirku? atau malah pura-pura tidak tahu jika aku datang?
kulayangkan tanganku juga.
tok..tok..tok..
"annyeong! Soo Hyun~aa.. ini aku Taeyeon.."
5 menit aku berdiri di depan pintu namun tidak ada jawaban.
apa dia tidak dirumah? aku berpikir sebaiknya aku pulang.
akhirnya aku berbalik setelah meninggalkan kimchi yang kubawa di depan pintu.
braaak!! aargh!!
sebuah teriakan membuatku terkesiap! Soo Hyun~aa!!
"Soo Hyun~aa! kau di dalam?!! jawab aku!!" aku panik setengah mati, suaranya.. ya suaranya terdengar sarat kesakitan. aku harus segera masuk dan melihat apa yang terjadi!!

[Soo Hyun POV]
tangaku, lagi-lagi aku tidak hati-hati.. rasanya sakit! sakit sekali! samar-samar kudengar suara Taeyeon memanggilku, apa dia disini? jagiku.. aku berusaha berjalan menuruni tangga. pelan dan tertatih.. aku tidak peduli darah yang mengucur deras di tanganku.
aku ingin segera menemuinya!!
aaa!!
aku merasa tidak bisa berpijak dan semuanya gelap setelah aku sempat mengucapkan namanya..
"Taeyeon~aa.."

[Author POV]
Taeyeon berusaha mendobrak pintu. sekuat yang dia bisa. walaupun tangan dan badannya terasa sakit. ia sangat ingin tau apa yang sebenarnya terjadi pada namjachingunya.
ne, walaupun Soo Hyun sudah memutuskan hubungan dengannya, Taeyeon tidak akan pernah memutuskan perasaannya untuk Soo Hyun!! tak akan!!
saat tangan Taeyeon memutar gagang pintu, ada perasaan bahagia menyusup dihatinya. ternyata tidak terkunci!!
dengan segera Taeyeon menghambur masuk. dicarinya sosok Soo Hyun.
"Soo Hyun~aa!! bangun! kau kenapa?!" Taeyeon memeluk namja di hadapannya, tangisnya pecah. bagaimana ini bisa terjadi.
tidak mungkin Soo Hyun berusaha mengakhiri hidupnya seperti ini! waeyo?!!!

[Yesung POV]

hari ini aku akan mengunjungi rumah Taeyeon, pertemuan secara tidak sengaja kemarin cukup membuatku tau sedikit tentang dirinya. termasuk tempat tinggalnya, hehe..
aku menyemprotkan parfum sekali lagi di jaketku, hmm, sangat wangi.. aku terkikik sendiri merasakan tingkahku..
ada apa denganku? apa ini yang namanya jatuh cinta?! aih!!
aku tersenyum-senyum di depan kaca.
"Taeyeon, aku datang!"

[Taeyeon POV]
aku berdiri di depan ruang gawat darurat, Soo Hyun ku di dalamnya. aku takut terjadi sesuatu yang buruk dengannya.
masih teringat di benakku wajahnya yang sangat pucat dan.. tangannya.. ah.. aku merasa ngeri, darahnya sangat banyak tadi.
"mungkin dia punya masalah.. tapi kenapa dia tidak cerita padaku?" tanyaku pada diriku sendiri.
pintu terbuka, seorang uisa yang masih cukup muda menghampiriku.
"anda keluarga Tuan Kim Soo Hyun~ssi?"
aku menggangguk cepat.
"ne!! ada apa dengannya?! katakan padaku bahwa Soo Hyun baik-baik saja!" pintaku memburu. kulihat wajah uisa itu tidak seperti yang kuharapkan.
wae?!!
dokter itu mengajakku keruangannya. aku mengikutinya dalam diam.
setelah aku duduk, uisa itu menunjukkan sesuatu padaku.
"apa ini?!" tanyaku heran, tampak foto kepala manusia bagian dalamnya. aku tidak mengerti, gambarnya tidak jelas.
"itu adalah hasil rotgen dari Tuan Kim Soo Hyun~ssi.. dia mengidap kanker otak stadium akhir.."
aku mendongak setelah mengamati gambar yang tadi diberikan oleh uisa itu, tidak percaya dengan apa yang kudengar.
mwo?!! kanker otak?! tidak mungkin!!
"anda pasti salah, selama ini dia baik-baik saja!" sangkalku tidak suka.
"mian.. jeongmal mianhae.. namun itulah keadaannya yang sebenarnya, mungkin dia menutupi ini darimu karena takut kau bersedih.. benarkah kau yeojachingunya?"
aku tidak menggubris pertanyaan dokter itu. jadi ini kenyataan yang harus kuterima atau kutolak?!
Soo Hyun ku.. kanker otak dan sudah stadium akhir?!!
bagaimana bisa aku tidak tau!!

[Author POV]
yeoja muda itu melangkah pelan, sibuk dengan pikirannya sendiri lalu masuk ke ruang inap, dimana Soo Hyun dipindahkan dan akan dirawat selama beberapa hari disana.
kondisinya sudah sangat parah.
"Soo Hyun~aa.." panggil Taeyeon lirih, infus terpasang di tangan kiri Soo Hyun. Taeyeon duduk di samping pembaringannya dan mengelus-elus pndak tangan Soo Hyun.
"Kau sakit? aku tidak tau.. yeojachingu macam apa aku ini? sampai keadaanmu yang seperti ini aku baru tau..pantas kau memutuskan untuk berpisah denganku.. jadi ini jawabannya? karena aku tidak memperhatikanmu.. benar kan Soo Hyun~aa??" Taeyeon mengusap air matanya yang jatuh, ia sangat sedih. disandarkannya kepalanya ke dada Soo Hyun.
"aku sangat mencintaimu.. jeongmal saranghae.." bisik Taeyeon dengan mata basah sebelum akhirnya terpejam.
tanpa Taeyeon tau, sebuah buliran hangat mengalir dari mata Soo Hyun yang terpejam.,

[Yesung POV]
"annyeong!! Taeyeon! ini aku Yesung!"
tok tok tok..
aku mengetuk-ngetuk pintu rumah Taeyeon, nomor 2A.. tidak salah lagi. ini rumahnya.
kutunggu beberapa menit tapi tidak ada sahutan. tidak ada tanda-tanda bahwa ada orang di dalam rumah ini.
apa Taeyeon sedang pergi?
aku mengambil ponselku dari saku jaketku dan mencari nama Taeyeon di kontak ponselku.
tidak ada?! hah?? kok tidak ada?! aku mencari sekali lagi.. dan hasilnya tetap sama, memang tidak ada nama Taeyeon di kontak ponselku.
ah! aku menepuk jidatku sendiri! aku baru ingat kemarin aku tidak bertanya nomor ponselnya.. saking gugupnya diriku!
babo!! babo!! aku mencaci diriku sendiri.
hemm, mungkin dia sedang tidak dirumah..
ne.. aku akan kembali besok..

[Soo Hyun POV]
dimana aku? uhh, bau obat yang sangat menyengat hidung.
arrghh.. kepalaku.. sakit sekali.. dan Taeyeon?
dia ada disini? aku mengingat-ingat kejadian yang bisa kuingat. ternyata Taeyeon benar-benar ada, dia disini! bukan hanya imajinasiku..
"Taeyeon~aa.." aku memanggilnya pelan sambil memegang pipinya.
wajahnya terlihat letih. apa dia yang menungguiku??
kau benar-benar wanita yang baik Taeyeon.. kurasa aku tidak salah memilihmu menjadi kekasihku..
tapi.. itu sudah berlalu.. kau sudah bukan yeojachinguku.. akupun bukan namjachingumu..

[Author POV]
Taeyeon merasakan ada yang menyentuh pipinya, ia membuka matanya dan mendapati Soo Hyun yang sudah sadar dan kini tengah memandanginya.
"Soo Hyun~aa.. bagaimana perasaanmu?" tanya Taeyeon dan membetulkan posisi duduknya.
Soo Hyun hanya diam dan memalingkan mukanya ke arah lain.
"kenapa kau disini?" tanya Soo Hyun dingin.
Taeyeon terpukul dengan sikap Soo Hyun. mengapa Soo Hyun bersikap seperti itu? tidakkah ia tau bahwa sikapnya itu menyakiti Taeyeon..
"aku mencemaskanmu.. apa benar kau.." Taeyeon menahan ucapannya dan berpikir sebentar.
Soo Hyun tetap tidak bergeming.
"kau kena kanker otak?" pertanyaan  itu berhasil memancing Soo Hyun untuk menoleh.
"darimana kau tau?"
"arasseo.. kenapa kau tidak bilang padaku?"
"untuk apa? semuanya sia-sia.. aku akan mati sebentar lagi.."
"Soo Hyun~aa!! tidakkah kau merasa bahwa kau mudah menyerah.. aku akan selalu ada untukmu apapun yang terjadi"
"apa dengan begitu aku tidak jadi mati?"
pertanyaan Soo Hyun menusuk hati Taeyeon.

[Taeyeon POV]
pertanyaan macam apa itu? aku merasa tidak mengenalimu Soo Hyun!!
apa kau berubah karena penyakitmu itu?
kenapa kau tidak yakin bahwa kau bisa sembuh? oediro semangatmu?! teriakku dalam hati. aku masih membisu, membiarkan Soo Hyun berkata lagi.
"tidak kan? lebih baik kau cari laki-laki lain yang bisa menjagamu, tidak sepertiku.."
"mudah sekali kau berkata seperti itu?" suaraku bergetar menahan tangis. sejak kemarin kau membuatku selalu mengeluarkan air mata.. waeyo?!
kau tau Soo Hyun, aku sangat sedih dengan keadaanmu yang sekarang ini. kau malah menyuruhku mencari laki-laki lain?!
"lebih baik kau pergi sekarang.."
sudah kuduga kau akan mengusirku.
ne!! aku berdiri dan meninggalkannya sendiri, berharap dia bisa berpikir jernih, itu yang kuharapkan..
sampai di pintu, kuhentikan langkahku dan kubalikkan badanku ke arahnya.
"lekas sehat.. saranghae.."
aku pun cepat-cepat menutup pintu dan bergegas pulang..

[Author POV]
Yesung menendang kaleng minuman yang tergeletak di jalan.
"siapa yang membuang sampah seenaknya?!" Yesung pun mengambil kaleng yang tadi ditendangnya dan memasukkannya ke  tempat sampah yang ada di pinggir jalan.
namja itu melanjutkan perjalannnya. matanya menyipit saat mendapati sosok yang dicarinya.
Taeyeon!!
akhirnya..
Yesung ber yes-yes dalam hati. mungkin ini hari baiknya.
"Taeyeon~ssi!!" teriak Yesung tidak sabar.
Taeyeon terlihat menyipitkan matanya dan melambai sambil berlari kecil.
"kau darimana? tadi kau kerumahmu tapi kau tidak ada.." Yesung langsung memberondong Taeyeon dengan pertanyaan-pertanyaannya.
"Mianhae.. aku dari rumah sakit.."
"nuguyo yang sakit?"
"tidak enak mengobrol di jalan, sebaiknya kita kerumahku sekarang.." kata Taeyeon dan menyuruh Yesung mengikutinya.
sebuah lagu dari penyanyi Korea terkenal Lee Sun Hee mengalun lembut.
Yesung mengambil ponselnya, ternyata bukan ponselnya yang berbunyi. ah! Yesung merasa dirinya tolol. dia merasa hari ini dia aneh..
"yeoboseyo?"
ternyata ponsel Taeyeon, Yesung kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku jaketnya sebelum Taeyeon melihat mukanya yang salah tingkah.
"Ah.. Hyo Joo~aa!! mwo?? kau mau kerumahku? ne.. aku tunggu.."
"dari siapa?" tanya Yesung ingin tau.
"Eh.. dari sahabatku.. nanti dia berkunjung kerumah.."
Yesung terlihat berpikir.
"wae??" tanya Taeyeon yang memergoki Yesung
"gwaenchan-ayo.." kata Yesung sambil tersenyum.

[Hyo Joo POV]
2 koper besar sudah masuk ke dalam mobilku, Taeyeon pasti kaget begitu tau aku ingin menginap dirumahnya selama 2 bulan!!
ah, gwaenchana.. dia kan sahabatku, nama mungkin menolakku? hehe..
perjalanan ke Seoul hanya memerlukan waktu tidak lebih dari setengah jam.
aku pun bersiap menjalankan mobilku dengan headset terpasang di telingaku.

[Soo Hyun POV]
"Taeyeon~aa.." aku kembali menyebut namanya. sakit di kepalaku sudah tidak terasa. hanya tinggal infus yang masih merekat di tanganku. ingin rasanya aku melepasnya!!
aku sudah bilang tidak ingin di rawat, aku muak dengan bau obat-obatan disini!
pertama uisa yang sudah sangat kukenal tampak keberatan dengan permintaanku. namun karena aku berhasil meyakinkannya bahwa aku tidak apa-apa akhirnya dia membolehkanku beristirahat dirumah saja, dengan syarat tiap sore harus ada suster yang merawatku!!

[Author POV]
Taeyeon masuk ke dapur setelah sebelumnya mempersilahkan Yesung duduk. dengan cekatan Taeyeon membuatkan secangkir teh hangat, karena udara diluar cukup dingin, bukan karena salju, namun karena angin yang bertiup cukup kencang sejak tadi pagi.
"silahkan diminum.. aku ke atas sebentar mau membereskan kamar.."
"ohh, silahkan.." kata Yesung tidak keberatan.
Taeyeon pun bergegas naik tangga menuju ke lantai 2.

[Taeyeon POV]

Han Hyo Joo.. setidaknya kedatanganmu menghiburku, aku benar-benar butuh teman untuk bercerita saat ini..
apa kau akan kaget jika tau Soo Hyun yang selama ini terlihat ceria menderita penyakit yang mematikan?
aku merapikan lemari dan mengganti gorden jendela di kamar yang akan kau tempati ini.
"Soo Hyun~aa.." ah! lagi-lagi aku teringat dia... dia selalu memenuhi pikiranku..
kulihat setumpuk buku yang sangat berantakan dan berdebu di pojok kamar.
yah..
itu kan buku-buku yang seharusnya kubuang, kenapa masih ada disitu? akhirnya aku memutuskan membawa buku itu ke gudang di bawah. aku tidak mau bolak-balik naik turun, jadi.. kubawa semua saja sekalian.. sampai pandanganku ke depan tertutup.
aigooo!!

[Yesung POV]

teh yang nikmat, namun aku tidak mau menghabiskannya langsung, ini bikinan Taeyeon.. lebih baik kusisakan untuk nanti sambil mengobrol dengannya.
aku pun berdiri karena tidak tahan berlama-lama duduk, pantatku keram.. aku juga tidak tau kenapa.
aku beranjak ke dekat tangga dan melihat lukisan-lukisan yang terpajang rapi disana.
hmm.. ternyata Taeyeon suka melukis? pikirku sok tau, aduh.. apa iya? tapi aku kan tidak bisa melukis, kemampuan melukisku nol persen!
tapi aku kan belum tau apa Taeyeon benar-benar suka melukis atau tidak. aku tertawa sendiri menyadari kaenehanku lagi.
gedubrak!!
suara apa itu?!! aigooo!! jantungku hampir saja copot kalau saja aku tidak memegangnya!!
aku memutar pandanganku ke asal suara.
Taeyeon~ssi?!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Pink Paw Print